Sumenep, Porosbaru.com : Kebakaran hebat yang menghanguskan 36 unit sepeda motor di Desa Tembayang, Kangayan, Sumenep, mendapat sorotan keras dari Formaka ikhwal buruknya kondisi Jalan Poros Selatan Kangayan, yang dinilai menjadi salah satu penyebab kebakaran, Jumat (21/08).
Humas Formaka, Salman Alfarisi, mengatakan kerusakan jalan menjadi salah faktor penyebab kebarakan, yang membuat warga terpaksa menggunakan area tersebut sebagai tempat parkir kendaraan.
“Masyarakat terpaksa parkir di tempat itu karena akses jalan Poros Selatan sudah tidak bisa dilewati,” ujarnya kepada Porosbaru.com, Jumat (21/08).
Menurut Salman, area parkir yang terletak di kawasan Gunung Eteng, Desa Tembayangan, telah digunakan dua warga Desa-Tembayangan-Cangkraman-selama hampir sekitar empat hingga lima tahun terakhir.
Warga, Katanya, terpaksa memilih memarkir kendaraan mereka di lokasi tersebut daripada harus menggotong sepeda motor melewati tebing setapak yang curam.
“Kondisi jalan sudah tidak layak dilalui, sehingga masyarakat yang hendak ke rumah maupun bepergian dari wilayah itu tidak memiliki banyak pilihan selain memarkirkan kendaraan di lokasi tersebut,” tutur Salman.
Ia juga menjelaskan persoalan akses jalan tersebut bukan kali pertama menyulitkan masyarakat. Sebelumnya, seorang ibu hamil asal Desa Tembayangan bahkan harus ditandu warga dan keluarga melewati tebing karena kendaraan tidak dapat melintas akibat kondisi Jalan Poros Selatan yang rusak berat.
Salman menilai kerusakan jalan yang membuat warga harus memarkirkan kendaraan jauh dari permukiman menjadi salah satu persoalan yang tidak boleh diabaikan pemerintah.
“Kemarin ibu hamil ditandu melewati tebing curam itu, sekarang kebakaran menghanguskan aset warga. Pastinya kerugiannya tidak sedikit. Sudah dari kemarin kami Formaka menyuarakan perbaikan jalan, tapi tidak pernah ditindaklanjuti. Kami tidak tahu Pemkab punya perasaan tidak?” tegasnya.
Kendati demikian, Salman juga meminta Polsek Kangayan segera bergerak cepat menyelesaikan penyelidikan terkait kebakaran tersebut agar tidak muncul berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Salman turut menghimbau Pemkab Sumenep agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi Jalan Poros Selatan. Perbaikan jalan dinilai mendesak karena akses tersebut berkaitan langsung dengan mobilitas warga, termasuk dalam situasi darurat.
“Kami berharap penyelidikan segera selesai supaya penyebabnya jelas dan tidak ada spekulasi berkembang di tengah masyarakat. Selain itu, kami juga mengimbau Pemkab Sumenep segera memperbaiki jalan tersebut. Kondisi jalan telah lama dikeluhkan warga, termasuk karena menyulitkan kendaraan untuk melintas ke rumah masing-masing,” pungkas Salman. (Aditya/Red).
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .












Komentar