Sumenep, Porosbaru.com : BEM FKIP UTM Kabinet Cakra Arvidya sukses menggelar International Essay Competition dalam rangkaian Dies Natalis FKIP, Senin (25/05) lalu.
Kompetisi tersebut diikuti mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia hingga Thailand.
Ketua BEM FKIP, Dimas Hanafi Putra, menyebut kegiatan itu bertujuan menjadi ruang bagi insan akademisi untuk menyampaikan gagasan inovasi dan tantangan pendidikan global.
Menurutnya, Dies Natalis tahun ini menjadi momentum kebangkitan intelektual mahasiswa dalam membangun budaya akademik yang kompetitif dan kolaboratif.
“Kegiatan ini menjadi komitmen BEM FKIP untuk menghadirkan ruang intelektual bagi mahasiswa agar mampu melahirkan gagasan yang berdampak bagi dunia pendidikan,” katanya.
Ia menegaskan, kompetisi berskala internasional tersebut diharapkan mampu memperluas jejaring akademik mahasiswa hingga tingkat global.
Menariknya, pada Closing Ceremony Dies Natalis FKIP, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, hadir memberikan kuliah umum kepada mahasiswa UTM.
Kehadiran Menteri Abdul Mu’ti dinilai Dimas menjadi bentuk dukungan terhadap gerakan akademik mahasiswa sekaligus penguatan semangat pendidikan di lingkungan kampus.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai wadah pengembangan kapasitas mahasiswa, khususnya dalam bidang riset dan penulisan ilmiah.
“Harapannya, mahasiswa tidak hanya aktif di ruang kelas, tetapi juga mampu bersaing dan membawa gagasan di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Diketahu juara pertama lomba Esay tersebut diraih Amelia Resti Iffadah, Hasnia Imroatis Syarifah, dan Nurul Fadhilah Ramadhani dari Maulana Malik Ibrahim State Islamic University, Indonesia.
Juara kedua diraih Md. Mehidi Hasan dari Telkom University, Indonesia.
Sementara juara ketiga ditempati Thontep Sukyirun dan Kattika Buaphrom dari Walailak University, Thailand. (Aditya/Red).
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .













Komentar