Sumenep, Porosbaru.com : Program magang mahasiswa UNIBA Madura di Bawaslu Sumenep resmi berakhir, Kamis (20/08).
Selama menjalani magang, lima mahasiswa UNIBA Madura itu tidak hanya mempelajari mekanisme kerja kelembagaan, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas yang memperkuat pemahaman tentang kedisiplinan, tanggung jawab, etika, dan profesionalisme dalam dunia kerja.
Kepala Sekretariat Bawaslu Sumenep, Eko Budiharto Utomo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa UNIBA Madura yang telah mengikuti program tersebut hingga tuntas.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa selama masa magang telah menjadi bagian dari dinamika kerja di lingkungan Bawaslu.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada adik-adik mahasiswa Uniba Madura atas pengabdian, kebersamaan, semangat, dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalani program magang di Bawaslu Kabupaten Sumenep,” ujar Eko.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di Bawaslu dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan di kampus.
Menurut Eko, kampus memberikan dasar ilmu pengetahuan dan cara berpikir, sedangkan pengalaman di lapangan mengajarkan bagaimana menerapkan tanggung jawab, bekerja sama, berkomunikasi, serta menjaga etika dalam menjalankan tugas.
“Kami berharap pengalaman selama di Bawaslu ini dapat menjadi bagian dari proses pendewasaan dan pembentukan karakter mahasiswa,” katanya.
Eko juga berpesan agar mahasiswa terus membuka diri terhadap proses belajar, termasuk menerima kritik dan evaluasi sebagai bagian dari upaya memperbaiki diri.
“Semoga setelah kembali ke kampus, mereka membawa bukan hanya cerita, tetapi juga pengalaman dan nilai-nilai positif,” tambahnya.
Sementara itu, Dosen Koordinator Magang UNIBA Madura, Moh. Sofwan Kastir Al-Aziz, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Bawaslu Kabupaten Sumenep yang telah memberikan ruang pembelajaran sekaligus pendampingan selama mahasiswa menjalani magang.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses adaptasi di lingkungan kerja terdapat sikap atau tindakan mahasiswa yang kurang berkenan.
Menurut Sofwan, mahasiswa masih berada dalam tahap pembelajaran sehingga proses penyesuaian di dunia kerja tidak selalu berjalan tanpa kekurangan.
“Kami selaku dosen koordinator dan mewakili pihak kampus menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila selama mahasiswa kami menjalani magang terdapat tingkah laku, perkataan, sikap, maupun tindakan yang kurang berkenan,” ujarnya.
Ia menilai setiap masukan dari Bawaslu merupakan bagian penting dalam proses pendidikan karena menjadi gambaran nyata tentang kemampuan mahasiswa menerapkan ilmu, menjaga etika, dan bertanggung jawab selama bekerja.
“Kritik dan evaluasi bukan untuk menjatuhkan, melainkan menjadi bagian dari proses pembelajaran agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Sofwan.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kampus akan menghormati seluruh hasil penilaian yang diberikan Bawaslu Kabupaten Sumenep sebagai bentuk evaluasi objektif terhadap kinerja mahasiswa selama menjalani program magang.
“Kami akan bersikap profesional terhadap apa pun hasil penilaian yang nantinya diberikan oleh Bawaslu Kabupaten Sumenep kepada mahasiswa kami. Penilaian tersebut akan kami terima secara objektif sesuai hasil evaluasi dari instansi,” pungkas Sofwan. (Aditya/Red).
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .





Komentar