Sumenep, Porosbaru.com : Pemilihan busana adat Sulawesi yang dikenakan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menarik perhatian tamu undangan di upacara HUT RI ke-81 di Pemkab Sumenep, Senin (17/08) pagi.
Menurut Fauzi, baju adat Sulawesi yang dikenakannya menjadi simbol penghormatan terhadap keberagaman suku yang hidup berdampingan di Sumenep, khususnya masyarakat keturunan Sulawesi yang banyak bermukim di wilayah Kepulauan Sapeken.
“Rata-rata orang Sapeken itu kan dari Sulawesi. Jadi hari ini saya memang sengaja pakai baju Sulawesi,” ujar Fauzi usai upacara saat ditemui awak media, Senin (19/08)
Ia menyebut semangat yang ingin ditampilkan dalam upacara tahun ini adalah Sumenep tidak hanya identik dengan suku Madura.
Di wilayah paling timur Pulau Madura hidup berbagai komunitas, mulai dari suku Bugis, Bajo, hingga kelompok masyarakat lain yang telah menjadi bagian dari identitas daerah.
“Sumenep itu bukan hanya Madura. Sumenep juga ada Bajo, ada Bugis, Jakarro, dan sebagainya. Bahasanya juga tidak satu, bukan hanya bahasa Madura,” Imbuh Fauzi.
Selain itu, Ia menilai penggunaan beragam pakaian adat oleh peserta upacara menjadi representasi nilai Bhinneka Tunggal Ika yang tercermin dalam kehidupan masyarakat Sumenep, yang perlu terus dirawat.
Menurutnya, mengenakan pakaian adat dalam upacara kemerdekaan dapat menjadi karakter khas Sumenep pada tahun mendatang, sekaligus bentuk penghormatan terhadap seluruh suku dan budaya yang ada di wilayah tersebut.
“Ini yang ingin kita tunjukkan, bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika dan Nusantara yang sangat luas itu ada di Sumenep,” tandas Fauzi. (Aditya/Red).
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .







Komentar