Sumenep, Porosbaru.com : Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, akan mengumpulkan lima OPD untuk membahas aspirasi mahasiswa terkait persoalan LGBT dan rencana penyusunan regulasi, Kamis (13/08) siang.
Menurutnya, pembahasan bersama sejumlah OPD diperlukan sebelum menentukan bentuk regulasi yang akan disusun, apakah menjadi inisiatif DPRD atau pemerintah daerah.
“Kami di DPRD ingin mengumpulkan lima dinas terkait untuk membicarakan hal tersebut,” katanya kepada wartawan usai menerima audiensi mahasiswa.
Zainal memastikan sejumlah OPD yang akan dilibatkan antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Satpol PP serta perangkat daerah lain yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
Ia mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti aspirasi mahasiswa yang sebelumnya menyampaikan tuntutan melalui aksi demonstrasi di Kantor DPRD Sumenep.
Ia menjelaskan, mahasiswa kemudian diarahkan mengikuti audiensi di ruang Ketua DPRD karena dinilai lebih efektif untuk menyampaikan aspirasi dan membahas tuntutan secara langsung.
“Setelah kami konsultasi dengan pihak kepolisian, kami diberi izin untuk menerima pengunjuk rasa menjadi audiensi di ruangan kami, di ruangan Ketua DPRD,” ujarnya.
Pernah Diwacanakan Jadi Raperda Inisiatif DPRD
Zainal mengungkapkan, DPRD Sumenep sebelumnya sempat memiliki keinginan untuk menginisiasi regulasi terkait persoalan tersebut menjadi Raperda inisiatif DPRD.
Menurutnya, rencana tersebut sudah muncul sejak awal masa kepemimpinannya di DPRD.
“Saya ingin menginisiasi untuk dijadikan Raperda inisiatif DPRD,” katanya.
Namun, menurut Zainal, pihaknya dan eksekutif sama-sama memiliki keinginan untuk membahas regulasi tersebut. Karena itu, bentuk regulasi masih akan ditentukan melalui pembahasan lebih lanjut.
Meski demikian, Zainal memastikan aspirasi mahasiswa tersebut akan ditindaklanjuti melalui pembahasan regulasi.
“Harus dong, sesuai dengan permintaan mereka. Titik temunya nanti di pembahasan yang akan datang. Apakah menjadi inisiatif DPRD atau menjadi inisiatif eksekutif. Tinggal kita menunggu waktu,” tutupnya.
Mahasiswa Desak Penegasan Perpres No 111 Tahun 2025
Sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Space of Justice menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Sumenep.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah daerah segera menyusun regulasi terkait pencegahan dan penanganan persoalan LGBT di Kabupaten Sumenep sebagai bentuk penegasan Perpres No 111 Tahun 2025.
“Pertama, gerakan ini mempertimbangkan dan mengkaji undang-undang yang dikeluarkan Presiden sendiri. Sehabis itu, melihat di Kabupaten Sumenep bentrok dengan agama yang sangat ketat, itu menjadi salah satu lirikan kita,” ujar Korlap Aksi, Jimmy Kurniawan, Kamis (13/08).
Menurutnya, persoalan LGBT sebelumnya juga pernah menjadi perhatian mahasiswa, salah satunya berkaitan dengan kasus yang terjadi pada 2019.
Namun, Jimmy menegaskan aksi yang dilakukan saat ini lebih diarahkan sebagai langkah preventif, bukan untuk menghilangkan keberadaan kelompok LGBT.
“Kita tidak bisa menghilangkan karena itu menjadi hak asasi manusia juga. Tetapi paling tidak kita meminimalisir hal-hal yang mempengaruhi terhadap ideologis,” tegasnya.
Jimmy mengatakan, dari hasil kajian Space of Justice, pihaknya menemukan budaya LBGT di Sumenep marak ditemukan di media sosial.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena pelajar dinilai masih berada dalam proses pencarian jati diri dan rentan terpengaruh berbagai konten di media sosial.
“Kadang masih awam. Mereka masih terkendala dengan siapa sih jati diri saya. Nah, itu yang menjadi kendala yang harus diperhatikan untuk kemudian disosialisasikan,” katanya.
Karena itu, mahasiswa mendorong adanya langkah pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Jimmy mengatakan, upaya tersebut tidak cukup hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga perlu melibatkan masyarakat serta OPD yang memiliki kewenangan terkait.
“Di sini harus menggunakan teori public sphere untuk kemudian melibatkan seluruh elemen yang terkait berkaitan dengan LGBT. Bukan hanya tataran mahasiswa, tetapi masyarakat juga yang kemudian terlibat,” pungkasnya. (Aditya/Red).
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .








Komentar