Siaga Bencana Kebakaran, RSUD Sumenep Adakan Pelatihan K3 untuk Karyawan

SUMENEP, Porosbaru.com – Mencegah lebih bagi daripada mengobati, kata yang tepat untuk menggambarkan komitmen RSUD Sumenep dalam upaya pencegahan bencana kebakaran. Selain memenuhi sarana pencegahan dengan sangat baik, Rumah Sakit plat merah itu juga rutin melakukan pelatihan pencegahan kebakaran untuk karyawannya.
Tercatat ratusan alat pemadam api ringan baik berbahan powder maupun co2 terpasang di setiap ruangan, bahkan hingga ke tempat parkiran. Mulai dari yang manual menggunakan tuas, hingga yang semi otomatis termatic berbentuk sprinkler, smoke detektor, heat dtector semua telah terpasang di rumah sakit ini dan di maintenance secara rutin oleh Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ada di Rumah sakit.
Bahkan, rumah sakit yang beralamat di Jl dr. Cipto itu juga sudah memiliki posko penanggulangan kebakaran yang ada di depan ruang ICU. Sebuah bentuk komitmen nyata bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr Erliyaty.(Foto Dok : Porosbaru.com)

Tetapi semua itu hanyalah alat, tetap harus dibarengi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan terlatih agar alat bekerja efektif karena selaras dengan kemampuan SDMnya. Untuk itu, Komite K3 RSUD Sumenep mengadakan pelatihan untuk mitigasi bencana kebakaran.
“Pelatihan ini bukan hal baru, hanya merefresh kemampuan menangani bencana kebakaran yang terus kami asah agar tetap ‘tajam’ dalam bertindak sesuai SOP penanganan kebakaran,” kata Direktur RSUD Sumenep, dr Erliyati, M.Kes, Selasa (5/5/2026)
Menurutnya, manfaat dari pelatihan tersebut agar setiap saat ada insiden yang berpotensi kebakaran, sekecil apapun, semua karyawan tahu apa yang harus dilakukan. “Karena tindakan cepat dalam menangani kebakaran, akan mempengaruhi apa yang terjadi setelahnya. Api padam atau membesar tergantung dari bagaimana cara menanganinya,” tegas perempuan yang sudah memimpin rumah sakit selama 7 tahun itu.
Ia mengaku, akan mendukung kegiatan positif yang diadakan di Rumah Sakitnya, termasuk yang diadakan oleh Komite K3. Terbukti, selain pelatihan kebakaran, dalam waktu bersamaan juga diadakan pelatihan pencegahan dan pengendalian infeksi oleh Komite PPI dan semua didukung penuh oleh direktur.
Tidak hanya teoritis, pada kegiatan itu peserta pelatihan juga diajak untuk mempraktekkan secara langsung bagaimana menangani kebakaran dengan alat pemadam api ringan. ”Dengan pelatihan ini diharapkan petugas di RSUD memiliki kecakapan dan betindak cepat ketika terjadi percikan api yang berpotensi terjadi kebakaran besar,” ujarnya.(Rd)

Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .

Komentar