Sampang, Porosbaru.com : PT Garam (Persero) menyiapkan kerja sama investasi dengan perusahaan asal China untuk membangun pabrik garam bahan baku industri di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Pabrik tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi sekitar 200 ribu ton garam per tahun. Saat ini, rencana investasi tersebut masih dalam tahap kajian kelayakan.
Direktur Utama PT Garam (Persero), Abraham Mose, mengatakan proses kerja sama dengan China Chemical Engineering Indonesia masih berjalan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian BUMN, dan Danantara tengah mengkaji kelayakan investasi tersebut.
“Di Sampang sekarang baru selesai pre-FS, sekarang masuk FS melihat kelayakan dengan Kementerian Kelautan, Kementerian BUMN dan Danantara,” kata Abraham saat menghadiri kegiatan bersih-bersih pantai bertajuk From Sea for Sea di Pantai Camplong, Sampang, Jumat (11/09).
Menurut Abraham, Sampang menjadi salah satu wilayah yang menarik bagi investor karena memiliki lahan pegaraman yang luas serta kondisi air laut yang dinilai mendukung produksi garam.
PT Garam, kata dia, memiliki lahan pegaraman sekitar 1.700 hektare di Sampang. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan investor untuk mengembangkan industri garam di daerah tersebut.
“PT Garam memiliki lahan pegaraman yang cukup luas sekitar 1.700 hektare, kemudian kondisi air lautnya cukup bagus dan ini membuat para investor tertarik untuk berinvestasi di sini untuk industri garam,” ujarnya.
Abraham berharap rencana investasi tersebut dapat berjalan dengan baik dan memperoleh dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sampang maupun masyarakat.
Ia menyebut pembangunan industri garam tersebut juga sejalan dengan target pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap garam impor, termasuk upaya menghentikan impor garam pada 2027.
“Makanya dalam kaitan ini kita sowan ke bapak bupati bahwa ada rencana pembangunan ini, sehingga masyarakat di Sampang ini bisa ikut mendukung,” katanya.
Abraham menambahkan, menjaga kebersihan kawasan pesisir menjadi bagian penting dalam mendukung industri garam. Menurutnya, kualitas air laut berpengaruh terhadap kualitas garam yang dihasilkan.
Karena itu, kegiatan bersih-bersih pantai yang digelar dalam rangkaian HUT ke-81 PT Garam menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan produksi garam.
“Di rangkaian HUT PT Garam ke-81 ini akan menjadi momentum kolaborasi antara BUMN, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan pesisir,” tuturnya.
Di lokasi yang sama, Bupati Sampang H Slamet Junaidi menyatakan dukungannya terhadap rencana strategis PT Garam tersebut.
Bupati yang akrab disapa Aba Idi itu berharap kehadiran industri garam dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Sampang.
“Kami sangat mendukung kegiatan positif PT Garam, karena saya yakin akan memberikan dampak positif bagi daerah,” pungkas Slamet Junaidi.



Tidak ada Respon