Baru Sekitar 20 Persen, Bapenda Sumenep Optimis PAD Capai Rp500 M

Sumenep, Porosbaru.com : Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumenep menembus Rp500 miliar pada Perubahan APBD (PAK) 2026.

Ferdiansyah menyampaikan target tersebut saat Porosbaru mewawancarainya, Kamis (30/04) sore. Ia merespons capaian PAD Sumenep yang hingga akhir April baru menyentuh sekitar Rp61,38 miliar berdasarkan data SIKD.

Menurutnya pemerintah daerah tidak bisa menyamakan capaian PAD tahun ini dengan tahun sebelumnya karena kondisi fiskal telah berubah, terutama akibat penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat.

“Sekarang kondisinya berbeda, tidak bisa apple to apple dengan tahun sebelumnya. Kita harus lebih mandiri, salah satunya dengan meningkatkan PAD,” tegasnya.

Ferdiansyah memaparkan, capaian PAD hingga triwulan pertama 2026 baru berada di kisaran 20 persen dari target. Ia menjelaskan, keterlambatan pembayaran wajib pajak turut memengaruhi capaian tersebut dan menyisakan margin sekitar 5 persen.

“Ada margin sekitar 5 persen karena sebagian wajib pajak membayar mundur dari bulan sebelumnya. Itu hal yang wajar,” jelasnya.

Kendati demikian, ia menargetkan peningkatan PAD secara bertahap, mulai dari tahun 2025 Pemkab Sumenep menetapkan target sekitar Rp322 miliar.

Pemerintah kemudian menaikkan target menjadi Rp334 miliar pada awal 2026 dan naik lagi hingga Rp354 miliar. Bahkan, pihaknya membidik angka Rp500 miliar saat perubahan anggaran.

“Kami akan terus menggenjot PAD. Pada perubahan nanti, kami akan mereview target dan mendorong capaian melampaui target yang ada,” ujarnya.

Ferdiansyah memastikan, pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak untuk mengejar target tersebut. Ia memilih strategi optimalisasi potensi pajak yang sudah ada agar tidak membebani masyarakat.

“Kami tidak ingin masyarakat terbebani. Pajak itu sensitif, jadi harus menghitungnya dengan matang. Kami fokus mengoptimalkan potensi melalui digitalisasi sistem pajak dan strategi jemput bola,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkab Sumenep juga menyiapkan sumber PAD baru dari sektor telekomunikasi. Pemerintah saat ini, lanjutnya, tengah menyusun regulasi pemanfaatan ruang milik jalan oleh provider untuk meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Ferdiansyah berharap dan mengajak kepada masyarakat untuk taat membayar pajak guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Masyarakat tidak perlu ragu membayar pajak. Pajak yang dibayarkan masyarakat menjadi salah satu sumber utama pembangunan daerah,” pungkasnya. (Aditya/Red).

Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .

Komentar

Berita Terbaru