Data SIKD Dan SIPD Berbeda, BPKAD Sumenep Tepis APBD Alami Defisit

Sumenep, Porosbaru.com : Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKAD) Kabupaten Sumenep melalui Kabid Anggaran, Ferdiansyah, memastikan realisasi APBD Sumenep dipenghujung bulan April tidak mengalami defisit.

Sebagaimana diberitakan porosbaru sebelumnya, realisasi APBD Sumenep berdasarkan data SIKD tercatat mengalami defisit Rp34,9 miliar di bulan April atau awal Triwulan II.

Namun, Ferdiansyah menilai data yang tercantum di SIKD tidak mencerminkan kondisi riil Keuangan daerah karena perbedaan data realisasi dengan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) yang pihaknya pegang.

“Setelah kami berkoordinasi dengan Kabid Akuntansi, ternyata ada perbedaan data SIKD dengan realisasi harian SIPD. Hal ini karena ada beberapa update jurnal akuntansi yang belum semuanya masuk, dari SIPD ke SIKD,” tegasnya, Rabu (29/04) siang.

Berdasarkan data data SIPD terakhir (27/04) yang Ferdianyah tunjukan, realisasi pendapatan daerah tercatat sebesar Rp587,12 miliar. Sementara realisasi belanja daerah berada di angka Rp441,26 miliar atau 17 persen dari target awal.

Menurut Ferdiansyah, perbedaan ini terjadi akibat proses sinkronisasi data yang belum selesai, khususnya jurnal akuntansi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ia juga memastikan, setelah seluruh data terintegrasi angka dalam SIKD akan menyesuaikan dengan kondisi riil keuangan daerah.

“Data di SIKD belum sepenuhnya terupdate, karena masih menunggu input dari OPD melalui SIPD,” pungkas Ferdiansyah.

Sebagai informasi, meski APBD Sumenep tercatat surplus hingga April 2026, serapan anggaran masih tergolong rendah dengan realisasi pendapatan sekitar 25 persen dan belanja daerah di bawah 20 persen.

Kondisi ativitas realisasi anggaran tersebut, khususnya belanja pembangunan dinilai masih berjalan lambat di awal tahun anggaran. (Aditya/Red).

Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .

Komentar