Sumenep, Porosbaru.com : Bazar takjil yang digelar sebagai rangkaian Kalender Event oleh Pemkab Sumenep menjadi ladang menjanjikan para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM).
Sejak sore hari, deretan lapak sepanjang jalan Dr.Soetomo dipadati pembeli yang ingin berburu aneka minuman dan makanan ringan untuk berbuka puasa.
Di balik ramainya pembeli yang memilah dan memilih takjil, kalangan anak muda memanfaatkan situasi mengadu keberuntungan untuk biaya tambahan sehari-hari.

Salah satunya Rico Farhan Maulana (20), Mahasiswa asal Marengan, ia mengaku baru pertama kali mencoba berjualan di bazar Ramadan. Dengan modal sederhana, ia nekat menjual makana ringan Quesillo dan minuman Sticky Milk bersama dua kawan mahasiswanya.
Rico mengatakan, awalnya ia hanya ingin mencoba melihat peluang di tengah ramainya bazar. Namun, di luar dugaan, dagangannya mendapat respons cukup baik dari pembeli.
“Alhamdulillah, lumayan. Modal sekitar satu juta lebih, bayar tenda 200k, hasilnya empat setengah setelah dibagi tiga orang. Lumayan bisa buat nambah uang harian,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.
Ia mengaku harus mempersiapkan dagangan sejak siang hari agar bisa mulai berjualan tepat waktu. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya soal persaingan, tetapi juga bagaimana memastikan dagangan habis sebelum waktu berbuka.
“Siang hari sudah belanja dan mempersiapkan lapak. Capek, tetapi yang penting bisa habis. Soalnya kalau sisa, sayang mubazir,” katanya.
Hal serupa juga disampaikan Pemuda asal Manding, Roy (23) yang biasa berjualan minuman Souffle Pancake di bazar minggu pagi. Ia mengaku mampu meraih omset sekitar Rp23 juta selama ramadan, meningkat signifikan dibanding hari biasa.
“Kalau hari biasa tidak sebesar ini. Di Ramadan, apalagi di bazar, pembeli lebih banyak karena di sini menjadi pusat takjil saat berbuka puasa,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap jajanan berbuka menjadi faktor utama meningkatnya penjualan. selain iutu, Roy menyebut terbantu akan langganan dagangannya selama berjualan di hari Minggu.
Ia menilai selama berjualan tidak hanya memberikannya tambahan penghasilan, tetapi juga menjadi pembelajaran berharga dalam memulai usaha.
“Lumayan puas, apalagi ini baru pertama ikut bazar. Bisa dapat pengalaman juga, bukan cuma soal jualan tapi cara ngatur modal dan pembeli,” ungkapnya.
Ke depan, ia berharap kegiatan bazar takjil seperti ini terus digelar dan bisa melibatkan lebih banyak pelaku UMKM, khususnya anak muda. Ia berterimakasih atas inisiatif Pemkab juga pembeli yang telah mengajarkannya banyak pengalaman.
“Harapannya semoga bazar seperti ini tetap ada tiap tahun, terimakasih untuk Pemkab Sumenep serta pembeli usaha saya,” tandasnya. (Aditya/Red)
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Jangkau ribuan pembaca setiap hari. Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .














Komentar