Slamet Ariyadi Apresiasi Tim Gabungan Polri-BNN Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin

Aditya Apriyanto
Slamet Ariyadi
Anggota DPR RI Fraksi PAN Dapil Timur XI Madura, Slamet Ariyadi, menyalami Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto. (porosbaru.com/dty).

Sumenep, Porosbaru.com : Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dari Dapil Jawa Timur XI Madura, Slamet Ariyadi, mengapresiasi keberhasilan tim gabungan Polri, BNN, Bea Cukai, dan instansi terkait menggagalkan penyelundupan satu ton ketamin di perairan Sumatera Utara.

Slamet menilai, pengungkapan tersebut menunjukkan keseriusan aparat dalam memberantas peredaran gelap narkotika sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga untuk menutup jalur penyelundupan, terutama melalui laut.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kinerja tim gabungan Polri, BNN, Bea Cukai, dan seluruh instansi yang terlibat. Keberhasilan menggagalkan penyelundupan satu ton ketamin ini merupakan langkah penting dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika,” ujar Slamet dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).

Baca Juga:

Menurutnya, pemberantasan narkotika membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat.

Ia meminta aparat mengembangkan penyidikan untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat, mulai dari pemasok hingga pihak yang mengendalikan dan menerima barang tersebut.

“Jangan berhenti pada penangkapan para tersangka. Jaringan di balik penyelundupan ini harus diusut sampai tuntas agar tidak ada lagi celah bagi sindikat narkotika untuk menjalankan aksinya di Indonesia,” tegasnya.

Slamet juga mendorong penguatan pengawasan di wilayah perairan dan pelabuhan serta peningkatan koordinasi antarlembaga guna mencegah penyelundupan narkotika melalui jalur laut.

Ia menegaskan, perlindungan generasi muda dari bahaya narkotika harus menjadi prioritas karena peredarannya mengancam kesehatan, ketahanan keluarga, dan kualitas sumber daya manusia.

“Perlindungan generasi muda dari bahaya narkotika harus menjadi prioritas. Kami mendukung langkah tegas aparat dalam memberantas jaringan narkotika dan berharap upaya ini terus dilakukan secara konsisten demi masa depan bangsa yang lebih baik,” pungkasnya.

Sebelumnya, tim gabungan menggagalkan penyelundupan satu ton ketamin menggunakan Kapal MT Global 168.

Kapal tersebut diamankan di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, kemudian ditarik dan disandarkan di Pelabuhan Belawan dengan pengawalan petugas.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan hasil operasi gabungan yang melibatkan sejumlah instansi penegak hukum dan dilakukan secara senyap.

Dalam konferensi pers pada Jumat (23/10/2026), Suyudi menyebut petugas mendeteksi pergerakan kapal yang tidak biasa di Selat Malaka setelah melintasi Laut Andaman.

“Ini adalah wujud nyata keseriusan kita semua, aparat TNI Polri bersatu, Bea Cukai, BNN, termasuk pemerintah daerah, alhamdulillah hari ini kita bisa mengungkap, menangkap para penyeludup yang sangat jahat yang ingin menghancurkan anak bangsa kita,” kata Suyudi.

Ia menjelaskan, petugas kemudian mengamankan kapal tersebut di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Kristian Parluhutan Siagian, membenarkan operasi gabungan tersebut melibatkan Bareskrim Polri, BNN, Bea Cukai, dan Polisi Air Baharkam Polri.

“Betul, joint operation oleh Bareskrim, BNN, Bea Cukai, Pol Air Baharkam,” kata Kristian dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2026).

Kristian juga menyampaikan bahwa kapal telah dikawal petugas hingga bersandar di Pelabuhan Belawan bersama barang bukti ketamin.

“Saat ini kapal sudah ditarik dan dikawal oleh kapal Polair dan Bea Cukai dan sandar dengan aman beserta barang bukti narkoba jenis ketamine di Pelabuhan Belawan,” ujarnya. (dty).

Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *