Sumenep, Porosbaru.com : Kebakaran hebat melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 saat berlayar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/08).
Hingga pukul 18.00 WIB, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat sebanyak 232 korban KMP Mutiara Sentosa telah dievakuasi, terdiri atas 227 orang selamat dan lima korban meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan data tersebut masih bersifat sementara. Pihaknya juga masih melakukan pendataan untuk memastikan seluruh korban yang dievakuasi merupakan penumpang maupun awak kapal KMP Mutiara Sentosa.

“Data sementara hingga pukul 18.00 WIB, total korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 232 orang, terdiri atas 227 selamat dan lima meninggal dunia,” ujar Nanang di Surabaya, Minggu.
Insiden terjadi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB ketika KMP Mutiara Sentosa 2 berlayar melayani rute Surabaya-Makassar.
Berdasarkan laporan awal, kapal mengangkut sekitar 250 orang atau person on board (POB) yang terdiri atas penumpang dan awak kapal.
Sesaat sebelum kebakaran diketahui, komunikasi dengan nakhoda kapal KMP Mutiara Sentosa dilaporkan sempat terputus.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api disertai asap hitam pekat membumbung dari badan kapal, sementara sejumlah penumpang mengenakan rompi pelampung dan berusaha menyelamatkan diri.
Kantor SAR Surabaya menerima informasi pertama dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB.
Selang satu menit kemudian, PT Atosim Lampung Pelayaran melaporkan bahwa KMP Mutiara Sentosa 2 mengalami kebakaran saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar.
Setelah menerima laporan tersebut, Basarnas segera berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak untuk memastikan posisi kapal.
Pos SAR Sumenep juga menjalin komunikasi dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget guna mempercepat proses pencarian dan penyelamatan.
Pada pukul 09.45 WIB, Kapal Meratus Project 3 melaporkan posisi KMP Mutiara Sentosa 2 berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Burung, Sapudi.
Saat itu, sebagian badan kapal telah dilalap api, sementara para penumpang bertahan di anjungan dan haluan kapal.
Meratus Project 3 tidak dapat merapat karena sedang mengangkut muatan yang mudah terbakar. Proses penyelamatan kemudian dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan seluruh pihak.
Operasi penyelamatan mulai berlangsung sekitar pukul 09.59 WIB ketika awak TB Hasnur 26 mengevakuasi para penumpang.
Pada waktu yang sama, Pos SAR Sumenep mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 menuju lokasi kejadian.
Sekitar pukul 10.20 WIB, sejumlah penumpang KMP Mutiara Sentosa memilih melompat ke laut untuk menghindari kobaran api yang semakin membesar.
Mereka kemudian diselamatkan oleh TB Hasnur 26 dan kapal British Mentor yang berada di sekitar lokasi.
Kepala Seksi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan sedikitnya sembilan kapal diterjunkan dalam operasi penyelamatan, yakni KN SAR 249 Permadi, kapal Kantor SAR Surabaya, kapal Pos SAR Sumenep, kapal Syahbandar Surabaya, kapal VTS Surabaya, kapal SROP Kalianget, kapal KSOP Kalianget, Meratus Project 3, serta TB Hasnur 26.
Seluruh korban yang berhasil diselamatkan dievakuasi menuju Surabaya menggunakan kapal-kapal yang terlibat dalam operasi SAR.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep menyiagakan 20 unit ambulans di Pelabuhan Kalianget sebagai langkah antisipasi apabila terdapat korban yang dibawa ke wilayah tersebut.
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan, aparat keamanan, serta tim penanganan bencana untuk memastikan proses evakuasi maupun pelayanan kesehatan berjalan optimal.
Berdasarkan data sementara Basarnas, KM Meratus Pematang Siantar mengevakuasi korban KMP Mutiara Sentosa terbanyak, yakni 111 orang yang terdiri atas 109 korban selamat dan dua korban meninggal dunia.
Kapal tersebut dijadwalkan tiba di Surabaya sekitar pukul 21.00 WIB untuk melakukan proses intercept dengan KN SAR 249 Permadi.
TB Hasnur 26 mengevakuasi 66 korban yang terdiri atas 65 orang selamat dan satu korban meninggal dunia.
Sementara itu, Transco Arafura menyelamatkan 17 korban selamat, Meratus Project 3 mengevakuasi 14 korban yang terdiri atas 13 selamat dan satu meninggal dunia.
Selain itu, Prakarsa Mas membawa tujuh korban selamat, SC Aila XVII mengevakuasi tujuh korban selamat, Selaras Mas mengangkut tujuh korban selamat, British Mentor menyelamatkan dua korban selamat, sedangkan Alcon Daniel mengevakuasi satu korban meninggal dunia.

Basarnas menegaskan proses pendataan dan evakuasi masih terus berlangsung. Jumlah korban maupun kondisi penumpang berpotensi berubah seiring pembaruan informasi dari tim SAR yang bertugas di lokasi kejadian. (Aditya/Red).
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .








Komentar