Madura Night Vaganza 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 200 Stan Berbagai Daerah

Sumenep, Porosbaru.com : Madura Night Vaganza 2026  resmi dibuka oleh Bupati Sumenep melalui Sekda Pemkab Sumenep, Agus Dwi Saputra pada Rabu (26/08) di GOR A. Yani Pangligur Sumenep.

Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruq Hanafi, menyebut kegiatan yang akan berlangsung hingga 5 September 2026 itu menjadi ruang bagi masyarakat melihat capaian Pemkab Sumenep sekaligus membuka peluang bagi UMKM memasarkan produknya.

“Yang kedua, pelaku UMKM mendapatkan peluang lebih luas untuk memasarkan produknya di acara ini. Yang ketiga, terciptanya sinergi antara pemerintah, swasta dan masyarakat dalam mewujudkan Madura yang lebih maju,” ungkap Faruq dalam laporan sambutannya.

Menurutnya, dalam pameran tersebut tersedia sekitar 200 stan yang diisi berbagai unsur, mulai dari instansi vertikal, OPD, kecamatan, BUMD, badan usaha, perhotelan, restoran, perguruan tinggi, developer hingga UMKM.

Selain itu, sejumlah daerah juga turut mengirimkan peserta pameran, di antaranya Kabupaten Bangkalan, Jember, Sampang, Pamekasan dan Malang. Faruq juga menyebut terdapat beberapa daerah mendelegasikan penampilan kesenian dan fashion batik.

“Selain itu, malam ini juga ada kolaborasi penampilan kesenian dengan fashion batik dari beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur yang hadir, di antaranya Tuban, Kota Probolinggo, Bondowoso, Kota Blitar, Kabupaten Malang, Pasuruan, Nganjuk, Banyuwangi, Situbondo, Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Ngawi,” imbuhnya.

Dalam sambutan Bupati Sumenep yang dibacakan Sekretaris Daerah Sumenep Agus Dwi Saputra, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan digelarnya kegiatan ini bisa menarik kunjungan wisata ke Kabupaten Sumenep dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan,” ujarnya.

Agus menekankan pameran pembangunan tidak sekadar menjadi ajang menampilkan program pemerintah, tetapi menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat melihat secara langsung berbagai capaian, inovasi, potensi dan produk pembangunan yang telah dilaksanakan Pemkab Sumenep bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Pameran pembangunan menjadi arena untuk menampilkan program, produk, inovasi dan hasil pembangunan daerah. Lebih dari itu, pameran pembangunan merupakan ruang untuk menyampaikan kepada seluruh masyarakat mengenai apa yang telah kita kerjakan serta apa yang masih harus kita perjuangkan bersama,” kata Agus membacakan sambutan Bupati.

Menurutnya, Sumenep kaya akan sektor pertanian, kelautan, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, serta seni dan budaya.

Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Setiap program pemerintah harus memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita harus memastikan bahwa setiap program pembangunan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas layanan publik, serta menciptakan masyarakat yang semakin mandiri dan sejahtera,” katanya.

Bupati juga mengajak seluruh perangkat daerah meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat inovasi agar setiap program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain pemerintah, masyarakat juga diminta ikut mengambil bagian dalam pembangunan melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Pembangunan membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Mari kita bersama-sama membangun Sumenep, menciptakan masukan yang konstruktif kepada pemerintah serta ikut mengambil peran sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing,” pungkasnya. (Aditya/Red).

Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .

Komentar