Sumenep, Porosbaru.com : Di momen perayaan hari kemerdekaan RI ke-81, rantai tua sepeda ontel antik itu berderit pelan ketika Drs. Syaiful Bahri mendorongnya keluar dari area parkir Kantor Pemkab Sumenep.
Hari itu, Senin (17/08) Pustakawan Ahli Muda Perpusda Sumenep itu tampil rapi berjas hitam dan berpeci sembari mengayuh ontel tuanya menuju rumah usai mengahadiri upacara penurunan bendera HUT RI di Kantor Pemkab Sumenep.
Berbeda dari kebanyakn pejabat yang suka mengoleksi mobil dan motor mewah, baginya mengayuh ontel ke acara kenegaraan bukan sekadar gaya-gayaan. Ada filosofi hidup yang terus ia kayuh di atas dua roda tua tersebut.

“Sekarang kan eranya efisiensi, jadi kita harus efisien dalam segala hal. Lewat sepeda, kita juga belajar tentang kesederhanaan, tidak hidup dalam kemewahan, sekaligus menjaga kesehatan tubuh agar lebih fit setiap hari,” tutur Syaiful kepada Porosbaru.com saat ditemui usai acara, Senin (17/08) petang.
Kebiasaannya mengayuh pedal bukan cerita baru. Pria yang memilih tidak bergabung dengan komunitas sepeda karena keterbatasan waktu ini sudah rutin menggowes ontelnya ke kantor dan menjalani aktivitas harian selama kurang lebih 7 tahun terakhir.

Menurutnya, bersepeda menjadi cara sederhana untuk menjaga kesehatan sekaligus mengingatkan bahwa hidup tak selalu harus berjalan bersama kemewahan. Jarak dan rasa lelah pun tak pernah jadi penghalang.
“Kalau sudah dasarnya cinta, pengorbanan apa pun, jauh terasa dekat, capek pun tak terasa,” ungkapnya tersenyum.
Menurut Syaiful rasa cinta pada sepeda antik sejatinya merupakan ikatan nostalgia yang mengakar sejak masa sekolah.
Kepada Porosbaru.com, ngatannya melayang ke masa-masa ia menimba ilmu di Sekolah Teknik (ST) Marengan, yang sekarang berubah nama menjadi SMPN 6 Sumenep.
Saban hari, ia harus menempuh jarak sekitar 4 kilometer bolak-balik dari Sumenep ke Marengan di atas jok sepeda bersama teman-temannya. Pengalaman masa muda itulah yang membentuk ikatan emosionalnya dengan kendaraan klasik ini.
“Kalau sepeda baru itu istilahnya ‘satu juta per bulan’, tapi kalau sepeda ontel ini ‘satu juta kenangan’,” kenangnya berkelakar.
Tidak hanya itu, melalui momentum Hari Kemerdekaan RI ke-81 ini, Syaiful juga menyilipkan pesan ajakan bagi rekan-rekan pejabatnya untuk mulai menggemari olahraga gowes.
Menurutnya, bersepeda tidak hanya memperluas pertemanan, tetapi juga menjadi cara sederhana untuk menjaga kestabilan stamina di tengah rutinitas kerja.
Ia berharap kebiasaan tersebut tidak berhenti sebagai hobi pribadi. Semangat bersepeda, kata Syaiful, bisa menjadi kebiasaan bersama yang membuat tubuh lebih bugar sekaligus menciptakan ruang interaksi di luar kesibukan pekerjaan.

“Biar semangat kita berolahraga dengan bersepeda. Berolahraga sambil beraktivitas akan meningkatkan kebugaran tubuh kita agar lebih stamina,” pungkasnya. (Aditya/Red).
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .






Komentar