Fantastis, Rp569 Juta untuk Beli Susu Formula Stunting di Dinkes Sumenep

Sumenep, Porosbaru.com : Alokasi anggaran untuk pengafaan susu formula di Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep di tahun anggaran 2026 cukup fantastis. Jumlahnya mencapai Rp569,9 juta atau setengah miliar rupiah lebih.

Anggaran ratusan juta pengadaan susu yang bersumber dari APBD Sumenep ini diperuntukkan pada penanganan stunting dengan menyasar balita dan ibu hamil.

Rinnciannya meliputi Rp448.847.925 untuk susu balita dan Rp121.098.780 untuk susu ibu hamil. Keduanya tercatat masih dalam proses penyelesaian pengadaan.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah mengatakan, anggaran tersebut merupakan intervensi penanganan stunting dan persoalan gizi di Kabupaten Sumenep.

Iklan Display
Keluarga Besar Disperkimhub Sumenep Mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H.

“Kegiatan tersebut untuk penanganan balita dan ibu hamil bermasalah dengan asupan gizi,” ujar Ellya singkat, Jumat (29/05) petang.

Menurutnya, prevalensi stunting di Kabupaten Sumenep saat ini berada di angka 11,6 persen.

Ellya menjelaskan, bantuan tersebut berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) susu formula kepada 726 balita dengan kondisi stunting dan kekurangan gizi serta 160 ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia.

“Untuk 726 balita bermasalah gizi. Susu formula untuk 160 ibu hamil KEK dan anemia yang berpotensi melahirkan bayi stunting jika tidak segera diberikan intervensi yang tepat pada masa kehamilan,” paparnya.

Ia juga menuturkan, distribusi bantuan susu nantinya dilakukan melalui masing-masing Puskesmas kepada para penerima sasaran.

“Distribusi bantuan susu itu nantinya lewat Puskesmas ke sasaran,” tandasnya.

Dalam penelusuran Porosbaru.com di laman pengadaan online, susu balita yang digunakan dalam program tersebut tercatat menggunakan produk StuntiCare dengan harga Rp55.500 per kemasan.

Sementara untuk ibu hamil menggunakan produk NurtureMom dengan harga Rp66.600 per kemasan. Kedua produk tersebut diketahui dipasarkan oleh perusahaan berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur.

Jika dihitung berdasarkan nilai anggaran dan harga produk, jumlah distribusi diperkirakan mencapai sekitar 8.087 kemasan susu balita dan 1.818 kemasan susu ibu hamil.

Dengan jumlah sasaran yang tercatat, masing-masing balita dan ibu hamil diperkirakan menerima sekitar 11 kemasan susu selama program intervensi berlangsung.

Porosbaru.com telah mencoba menghubungi sejumlah anggota Komisi IV DPRD Sumenep terkait langkah pengawasan program tersebut. Namun hingga berita diterbitkan belum ada tanggapan resmi. (Aditya/Red).

Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .

Komentar