SUMENEP, Porosbaru.com : Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menunjukkannya capaian positif khususnya dalam program Universal Health Coverage (UHC). Di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dan Wakil Bupati KH Imam Hasyim, sasaran program unggulan tersebut semakin luas.
Hingga saat ini, cakupan kepesertaan UHC di Kabupaten Sumenep telah mencapai 99,94 persen dari total penduduk sekitar 1,14 juta jiwa. Sementara tingkat keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tercatat mencapai 86,30 persen.
Atas capaian tersebut, Pemkab Sumenep kembali menerima penghargaUHC

an UHC Award 2026 kategori Madya dari pemerintah pusat. Sebelumnya, Kabupaten Sumenep juga telah meraih UHC Award kategori Utama.
Untuk diingat, program UHC di Kabupaten Sumenep pertama kali diluncurkan oleh Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo pada Oktober 2022, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-753. Kini, program tersebut telah memasuki tahun kelima.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, capaian UHC merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan secara mudah, cepat dan merata.
Menurutnya, capaian tersebut tidak boleh berhenti pada tingginya angka kepesertaan, tetapi harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. “Pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memastikan masyarakat, baik di daratan maupun kepulauan, mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang sama,” ujarnya, Senin (24/8/2026).
Melalui program UHC, Pemkab Sumenep juga terus memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Warga yang membutuhkan layanan dapat memanfaatkan program tersebut dengan menunjukkan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK), sehingga proses pelayanan diharapkan menjadi lebih sederhana dan tidak berbelit-belit.
“Program UHC ini tentu juga bagian dari langkah kongkrit Pemerintah Daerah untuk melayani masyarakat khususnya dibidang kesehatan. Tagline kami sejak awal adalah Bismillah Melayani,” ucap Bupati.
Keberlanjutan program UHC juga mendapat apresiasi dari sejumlah fraksi di DPRD Sumenep, di antaranya Fraksi PKB dan Fraksi PDI Perjuangan serta fraksi lainnya.
Dukungan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah, cepat dan merata bagi masyarakat.
Ke depan, Pemkab Sumenep dituntut tidak hanya mempertahankan cakupan UHC yang telah mencapai 99,94 persen, tetapi juga meningkatkan tingkat keaktifan peserta JKN serta kualitas pelayanan kesehatan.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan masyarakat di wilayah kepulauan mendapatkan akses pelayanan yang setara dengan masyarakat di wilayah daratan.

Dengan demikian, UHC tidak sekadar menjadi program jaminan kepesertaan kesehatan, tetapi menjadi bagian penting dari komitmen kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo dan KH Imam Hasyim dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dan dirasakan seluruh masyarakat Sumenep. (Rd)
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .








Komentar