Sumenep, Porosbaru.com : Pemkab Sumenep mengalokasikan anggaran Rp857.271.920 dari APBD 2026 untuk mendukung pelaksanaan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/08).
Anggaran tersebut dikelola Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumenep untuk sejumlah kebutuhan kegiatan, mulai dari pakaian Paskibraka, konsumsi, perlengkapan administrasi, hingga kebutuhan lainnya.
Berdasarkan penelusuran Porosbaru.com pada laman resmi pemerintah, anggaran tersebut tercatat dalam beberapa paket pekerjaan.
Di antaranya, Rp113.286.600 untuk belanja stop map, ballpoint, paper bag, serta Rp50.000.000 untuk belanja makanan dan minuman.
Selanjutnya, terdapat anggaran Rp199.347.120 untuk belanja pakaian Paskibraka beserta pengawal. Kemudian Rp494.638.200 untuk belanja makan dan minum.
Plt Kepala Bakesbangpol Sumenep, Yanuar Yudha Bachtiar, mengatakan sebanyak 75 siswa-siswi SMA menjadi petugas Paskibraka dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Pemkab Sumenep.
Dari jumlah tersebut, lima siswa berasal dari wilayah kepulauan dan 70 lainnya berasal dari wilayah daratan Sumenep.
Menurut Yuda, para petugas Paskibraka telah mendapatkan dispensasi dari sekolah masing-masing selama mengikuti latihan
“Sejak masuk sesi latihan mereka sudah ada di sini (daratan, red). Sesi latihan dimulai sejak 24 Juli 2026,” jelasnya.
Saat ditanya soal anggaran yang dihabiskan selama HUT RI ke-81, Yuda tidak dapat memastikan besaran anggaran tersebut.
Kendati demikian, Ia memastikan seluruh petugas Paskibraka akan mendapatkan honor.
Yuda juga meminta untuk rincian anggaran tersebut dapat dikonfirmasi kepada Plt. Kabid Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol, Arjuhadi.
“Semua petugas Paskibraka yang jelas dapat honor dari Bakesbangpol. Cuma, saya kurang tahu pasti nominalnya. Untuk yang dari kepulauan yang jelas ada perhatian lebih,” kata Yudha saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/8) saat ditemui di ruangannya.
Terpisah, Arjuhadi saat dihubungi menjelaskan peserta Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI mencapai sekitar 700 orang.
Peserta tersebut berasal dari unsur ASN, TNI-Polri, Danyon Teritorial Pembangunan 931/Kesatria Jokotole Sumenep, Satpol PP, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan (ormas) dan sejumlah unsur lainnya.
“Kalau petugasnya komandan kompi dua orang, komandan pengawal empat orang, paduan suara dan korps musik masing-masing 35 orang,” kata Arjuhadi, Rabu (19/08)
Menurut Arjuhadi, 75 siswa yang menjadi Paskibraka berasal dari kelas XI SMA dan sederajat di wilayah Sumenep.
Mereka sebelumnya mengikuti proses seleksi sebelum menjalani latihan sejak 24 Juli 2026.
Arjuhadi turut menjelaskan, lima siswa Paskibraka yang berasal dari wilayah kepulauan tidak mendapatkan tempat tinggal khusus dari Bakesbangpol selama mengikuti rangkaian latihan hingga pelaksanaan upacara.
kelima siswa tersebut, katanya, tinggal di rumah sanak saudara mereka yang berada di wilayah daratan Sumenep.
“Mereka menginap di rumah sanak saudaranya di daratan. Kami hanya menanggung biaya transportasi dan memberikan konsumsi kepada mereka selama latihan,” jelasnya.
Selain Paskibraka, seluruh petugas upacara juga mendapatkan honor dari Bakesbangpol Sumenep. Namun, honor tersebut tidak diberikan kepada tim paduan suara dan korps musik.
Arjuhadi menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan keterbatasan anggaran.
Selain itu, anggota paduan suara dan korps musik berasal dari kalangan ASN yang secara sukarela menjalankan tugas dalam upacara.
“Selain karena kekurangan anggaran, padus dan korsik itu memang berasal dari ASN dan mereka merasa terpanggil untuk bertugas. Jadi mereka tidak meminta imbalan atau honor,” paparnya.
Sementara itu, untuk petugas komandan kompi (Danki) dan komandan pengawal (Danwal), honor yang diterima masing-masing berada di kisaran Rp1,5 juta.
“Untuk petugas Paskibraka dan pelatih, saya kurang tahu pasti. Yang jelas itu di bawah honor Danki dan Danwal,” ujar Arjuhadi.
Arjuhadi menegaskan, besaran anggarab yang digelontorkan tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan latihan dan pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurut dia, anggaran tersebut juga mencakup kegiatan peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Lahir Pancasila tahun 2026.
“Anggaran itu sudah include dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Lahir Pancasila tahun 2026,” pungkasnya. (Aditya/Red).
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .






Komentar