Tabungan Pelajar BPRS Bhakti Sumekar di Kangean Tembus Rp500 Juta

SUMENEP, Porosbaru.com – Trend Budaya menabung di kalangan pelajar khususnya wilayah kepulauan Sumenep menunjukkan perkembangan positif. Melalui Program Simpanan Pelajar (SIMPEL), BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) berhasil menghimpun dana tabungan siswa di Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, hingga sekitar Rp500 juta per April 2026.

Pencapaian tersebut menjadi bukti meningkatnya kesadaran pelajar dalam mengelola keuangan sejak dini, sekaligus menunjukkan semakin luasnya jangkauan edukasi literasi keuangan syariah yang dilakukan BPRS Bhakti Sumekar di wilayah kepulauan.

Kepala Cabang BPRS Bhakti Sumekar Arjasa, Rahmat Hidayat, mengatakan pertumbuhan dana tabungan pelajar tidak lepas dari bertambahnya sekolah yang menjalin kemitraan melalui program SIMPEL.

“Progresnya banyak. Sudah ada beberapa sekolah yang bekerja sama dengan kami dalam program SIMPEL,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Rahmat menjelaskan, layanan SIMPEL dijalankan melalui dua skema, yakni tabungan kolektif yang difasilitasi sekolah dan tabungan perorangan. Untuk sistem kolektif, pihak sekolah mengoordinasikan penghimpunan tabungan siswa, sementara petugas BPRS Bhakti Sumekar secara rutin mendatangi sekolah untuk mengambil setoran.

“Kolektif berdasarkan jarak, kami jemput setiap minggu di sekolah, difasilitasi oleh pihak sekolah,” katanya.

Menurutnya, layanan jemput tabungan menjadi solusi yang efektif bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Dengan kondisi geografis Kangean yang tersebar di sejumlah pulau, siswa tidak perlu datang ke kantor cabang untuk menabung sehingga kebiasaan menyisihkan uang dapat terus dibangun tanpa terkendala jarak.

Untuk memperluas manfaat program tersebut, BPRS Bhakti Sumekar terus menjalin kerja sama dengan lebih banyak lembaga pendidikan di wilayah Kangean.

“Kami masih terus berupaya untuk meluaskan kerja sama dengan sekolah-sekolah di wilayah Kangean,” tuturnya.

SIMPEL merupakan produk tabungan yang ditujukan bagi peserta didik mulai jenjang PAUD hingga SMA/sederajat. Selain menjadi sarana menabung, produk ini dirancang untuk menanamkan kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak usia dini.

Produk tersebut menawarkan berbagai kemudahan, seperti setoran awal hanya Rp10 ribu, bebas biaya administrasi bulanan, bonus tabungan yang langsung masuk ke rekening, serta layanan setor dan tarik tabungan yang fleksibel sesuai ketentuan. BPRS Bhakti Sumekar juga menyediakan layanan jemput tabungan, termasuk bagi sekolah-sekolah di wilayah kepulauan.

Sementara itu, Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan penguatan program BBS Sekolah menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas literasi keuangan syariah di lingkungan pendidikan.

Saat ini, BPRS Bhakti Sumekar didukung 31 kantor cabang dan kantor kas untuk memperluas jangkauan layanan. Hingga akhir 2026, perusahaan menargetkan sedikitnya 90 sekolah menjadi mitra program BBS Sekolah.

“Target kami jelas, setiap jaringan kantor minimal mampu menjalin kerja sama dengan tiga lembaga pendidikan setiap tahun. Dengan pola ini, pencapaian target 90 sekolah pada tahun 2026 menjadi semakin realistis,” ujar Hairil.

Ia menambahkan, evaluasi program akan terus dilakukan secara berkala, termasuk mengoptimalkan peran petugas lapangan dalam mendampingi sekolah-sekolah mitra. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas pemanfaatan layanan perbankan syariah, termasuk penggunaan platform digital BBS Mobile, di lingkungan pendidikan.

“Selain mengandalkan jaringan kantor, perusahaan turut mengoptimalkan peran petugas lapangan untuk melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada sekolah-sekolah yang menjadi mitra program,” pungkasnya.(Rd)

Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .

Komentar