DKPP Sumenep Sebut Cuaca Lebih Bersahabat, Luas Tanam Tembakau 2026 Diprediksi Meningkat

Porosbaru
DKPP Sumenep : Petani Tembakau
Musim tanam : Petani tembakau menggarap sawahnya. (foto:porosbaru.com/Aditya).

Sumenep, Porosbaru.com : Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, optimis luas lahan tanam tembakau pada tahun 2026 akan meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Optimisme itu didasarkan pada ketersediaan air di sejumlah daerah yang dinilai mencukupi aktivitas pertanian serta cuaca yang lebih bersahabat sehingga petani dapat memanfaatkan lahan secara maksimal.

“Alhamdulillah, petani Sumenep sudah memanfaatkan musim ini untuk menanam komoditas, salah satunya tembakau. Semoga hasilnya bagus dan harganya juga bagus sehingga benar-benar meningkatkan pendapatan petani,” ujar Inong saat ditemui di ruangannya, Selasa (14/07).

Menurutnya, pada fase musim tanam tahun 2025 luas lahan tembakau yang dimanfaatkan petani hanya sekitar 14.000 hektar. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai sekitar 18.000 hektar.

Penurunan tersebut, kata Inong, bukan disebabkan karena kurangnya minat petani tembakau menanam tembakau, melainkan karena faktor cuaca, seperti kemarau basah.

“Bukan karena petaninya berkurang, tetapi karena cuaca. Tahun 2025 kemarin kemaraunya kurang mendukung sehingga luas lahan menurun,” paparnya.

Untuk tahun ini, Inong berharap cuaca lebih mendukung sehingga luas tanam petani tembakau kembali meningkat dan harga jual di pasaran lebih kompetitif.

Ia menyebut, DKPP Sumenep terus melakukan pendampingan di setiap harinya kepada petani melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang tersebar di setiap Kecamatan di Kota Keris.

“Pendampingan dilakukan setiap hari karena di masing-masing wilayah ada penyuluh pertanian. Mereka terus mendampingi petani, mulai dari proses tanam hingga panen,” tegasnya.

Selain memberikan pendampingan yang insentif, penyuluh ditugaskan mengedukasi petani mengenai pola budidaya yang sesuai dengan kondisi cuaca guna produktivitas tembakau tetap terjaga.

Inong kembali berharap musim tanam tembakau 2026 menjadi momentum kebangkitan sektor tembakau Sumenep setelah sempat terdampak kondisi cuaca pada tahun sebelumnya.

“Harapan kami sederhana, cuacanya mendukung, hasil panennya meningkat, harganya baik, sehingga pendapatan petani juga ikut naik,” pungkasnya. (Red/Aditya).

Poros Baru berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang dan terpercaya dengan semangat jurnalisme profesional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang Iklan Anda di Poros Baru sekarang.

TERKAIT

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *