Sumenep, Porosbaru.com : Ketua terpilih Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Sumenep, Ibnu Hajar, menegaskan tugas yang pihaknya emban ke depan tidak ringan.
Menurutnya, posisi Tim Ali Cagar Budaya Sumenep yang ia pimpin memiliki peran strategis dalam menentukan status suatu objek sebagai cagar budaya melalui kajian akademik.
“Ini menjadi pengalaman baru bagi kami. Ke depan, kami menghadapi tugas yang cukup berat. Saat kami viet interper tes di Kementrian Kebudayaan, di Jakarta, untuk Sumenep memang banyak sekala prioritas,” ujar Ibnu Hajar kepada porosbaru selepas pelantikan, Selasa (05/05) sore.

Ia memaparkan, tugas utama TACB bukan menetapkan secara langsung objek yang diduga cagar budaya, melainkan memberikan rekomendasi berupa kajian akademik untuk penetapan maupun penghapusan.
Kompetisi esai internasional. Daftar sebelum 16 Mei 2026.
Daftar SekarangSebagai langkah awal, pihaknya akan melakukan pemetaan menyeluruh terhadap objek-objek yang berpotensi menjadi cagar budaya.
Bahkan pihaknya juga membuka ruang peran masyarakat untuk mengusulkan objek yang diduga memiliki nilai sejarah.
“Ini tugas moral bagai kami kepada masyarakat. Skala prioritas, kami pertama akan melakukan mapping atau pemetaan, kemudian dilanjutkan dengan survei dan observasi secara mendalam. Kami juga menerima usulan-usulan dari masyarakat untuk direkomendasikan,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Ibnu Hajar juga menyoroti ratusan objek yang diduga cagar budaya Sumenep belum direkomendasikan oleh cagar budaya sebelumnya.
Ia menyebut Masjid Jami’ yang menjadi destinasi wisata religi unggulan Sumenep baru direkomendasikan oleh Tim Ahli Cagar Budaya Jawa Timur.
“Setelah kami amati masih banyak objek yang diduga cagar budaya belum direkomendasikan oleh cagar budaya sebelumnya. Bahkan kemarin, Masjid Jami’ sudah direkomendasikan oleh Tim Cagar Budaya Jawa Timur. Artinya masih banyak, di museum, dan peninggalan,” tuturnya.
Kendati demikian, Ibnu Hajar menegaskan pihaknya akan bekerja secara kolektif guna memastikan setiap cagar budaya mendapatkan rekomendasi penetapan resmi.
“Karena kita tahu dari empat Kabupaten di Madura, Sumenep paling banyak peninggalan-peninggalan yang diduga cagar budaya. Jadi kami berlima ini memang mempunyai tanggung jawab moral begitu dilantik,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam sambutannya menekankan pentingnya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat guna memahami kandungan nilai sejarah Sumenep.

Selain Ibnu Hajar yang didapuk sebagai Ketua, terdapat Muhamad Hairil Anwar sebagai Sekretaris, serta Ja’far Shodiq, Moh. Farhan Muzammil dan Faiq Nur Fikri sebagai anggota. (Aditya/Red).
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .








Komentar