AMS Gelar Demontrasi, Akis: Sah Secara Konstitusi, Muhsin : Pimpinan Belum Menyampaikan

Aditya Apriyanto
IMG 20260114 WA0063
Aktivis AMS menyampaikan surat pernyataan sikapnya kepada Ketua DPD NasDem Sumenep, Alis Jasuli, menolak wacana Pilkada tidak langsung, ketika berunjuk rasa ke Kantor Nasdem Sumenep. (Foto : Aditya)

Sumenep, Porosbaru.com : Di hari ke tiga Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) kembali menggelar unjuk rasa di Kantor Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Amanat Nasional (PAN), Rabu, (14/01/2026).

Demontrasi tersebut sebagian tindak lanjut AMS dalam menolak wacana Pilkada tidak lansung yang bergulir di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI).

Unjuk rasa digelar sejak pukul 10.00 hingga 12.00 dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Dalam kesempatan itu, AMS diterima lansung oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kedua partai tersebut.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Nasdem, Akis Jasuli, menyatakan pihaknya akan menyampaikan aspirasi AMS ke Dewan Pimpinan Daerah (DPW) hingga Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Namun, ia tidak menampik jika wacana Pilkada Tidak Lansung sesuai Konstitusi

“Kami akan sampaikan ke DPW dan DPP. Wacana Pilkada memang sah secara konstitusi,” ungkapnya.

Namun, pernyataan tersebut ditanggapi oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Tolak Amir. Ia menegaskan pernyataan Akis melenceng sebagai representasi rakyat.

“Atas dasar apa sampean mengatakan demikian. Hak rakyat sudah tercantum dalam Undang-Undang 1945,” tegas Amir.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu mas aksi, M. Wakil. Akil menilai pernyataan Akis berbelit-belit dan keluar dari substansi masa aksi.

“Kami di sini bukan baru bangun tidur. Kami sudah kaji semuanya. Kalo menyampaikan dan menyampaikan itu tidak menajawab. Atas dasar apa sampean bilang konstitusi,” pungkas akil.

Di akhir dialog panas, AMS meminta Akis untuk menandatangani kesepakatan dalam menolak Pilkada tidak lansung.

Ketua Komisi IV itu bersedia menandatangani kesempatan tersebut dan akan menyampaikan aspirasi mahasiswa.

Sementara itu, Ketua DPD Sumenep Partai Amanat Nasional (PAN), Faisal Muhsin menyampaikan bahwa Pimpinannya belum membicarakan wacana tersebut secara lansung ke DPW dan DPD.

“Sampai hari ini Pimpinan kami belum menyampain secara lansung wacana tersebut, baik ke DPW maupun DPD,” Ujar Muhlisin.

Meski demikian, pihaknya akan terus memperjuangkan sura rakyat dan mahasiswa. Bahkan, menurutnya dampak Pilkada tak lansung akan melemahkan pelayanan masyarakat.

“Saya punya keluarga dan tidak mau kelurga saya mengalami seperti Orde Baru. Dampaknya akan mengecilkan pelayanan masyarakat,” tegasnya

Setelah berdialog, masa aksi dan DPD menandatangani keseoakatan serta berfoto bersama.(Aditya/Rd)

IKUTI SALURAN RESMI KAMI
Hobi menulis catatan harian sejak duduk di bangku Menengah Pertama (MTS) mengantarkannya menekuni secara serius dunia kepenulisan di Komunitas Kutub, Yogyakarta. Namun, ia baru hijrah ke dunia jurnalalistik sejak refleksi hidupnya pada isu sosial dan dinamika daerah. Karena itu, ia aktif menulis berbagai topik, mulai dari peristiwa lokal, ekonomi, pemerintahan, hingga persoalan masyarakat. Selain menulis, ia juga gemar membaca buku, melukis realis, dan memiliki minat yang besar pada segala hal yang belum ia ketahui.

Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *