Sumenep, Porosbaru.com : Menjelang Idul Adha 1447 H, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep melakukan monitoring lapak penjualan hewan kurban, Selasa (19/05) sore.
Salah satu lapak pemeriksaan hewan kurban, yakni milik Hendra yang berada di simpang tiga Jl. Bumi Sumekar, Kolor, Sumenep.
“Alhamdulillah, setelah kami periksa, seluruh kambing di lapak Pak Hendra semuanya cukup usia, giginya cukup, sehat, dan tidak cacat,” ujar Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, Selasa (19/05).

Menurut Inong, sapaan akrabnya, terdapat delapan lapak penjualan hewan kurban yang telah pihaknya lakukan monitoring kesehatan dan kelayakan jual.
Dari hasil pemeriksaan, DKPP menemukan tiga kasus penyakit orf pada kambing. Penyakit tersebut merupakan infeksi yang menyerang area mulut dan umumnya terjadi pada ternak kambing maupun dombo.
Inong berharap kepada masyarakat agar teliti memilih hewan kurban agar menghindari hewan yang tidak memenuhi syarat kesehatan maupun tuntunan syariat.
“Semakin dekat dengan hari H, semakin banyak masyarakat yang akan membangun lapak. Harapan kami kepada masyarakat agar teliti memilih hewan kurban,” imbuhnya.
Selain itu, Inong juga menghimbau kepada para pelaku usaha hewan kurban agar segera memenuhi standar guna memastikan hewan layak jual.

Ia menuturkan pedagang hewan kurban dapat menghubungi pihaknya untuk mendapatkan rekomendasi layak jual setelah dilakukan pemeriksaan.
“Jadi mudah sekali bagi para pelaku usaha. Tinggal menghubungi kami, nanti tim akan melakukan pemeriksaan dan rekomendasi bisa langsung terbit,” jelasnya.
Tidak hanya itu inong juga memberikan tips kepada masyarakat Sumenep agar tidak salah memilih hewan kurban.
Menurutnya, hewan kurban yang sehat dapat terlihat dari kondisi fisik, seperti aktif, tidak cacat, nafsu makan baik, serta memiliki gigi lengkap.
“Salah satunya adalah giginya lengkap, sehat, tidak cacat, lincah, usianya lengkap. Akan kami lakukan tindakan jika ada kambing yang tidak sehat,” pungkasnya.
Sebagai catatan, dalam monitoring tersebut, DKPP Sumenep melibatkan 12 tenaga medis dan 27 paramedis yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk kepulauan.

Pantauan lapangan, terdapat 36 kambing milik Hendra yang dilakukan pengawasan oleh delapan petugas yang mendampingi Cahinur Rasyid. (Aditya/Red).
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .













Komentar