Sumenep, Porosbaru.com : Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sejak Jumat (01/05) hingga Kamis, (31/08).
Kepala BPS Sumenep, Hondoyo Wijoyo, mengakatakan kegiatan yang mengusung tema “Mencatat Ekonomi Indonesia” itu menjadi yang ke lima kalinya setelah kegiatan perdana mereka sejak tahun 1996.
“Agenda sepuluh tahunan dan pelaksana yang ke lima kalinya sejak 1996, bertujuan memotret secara menyeluruh perkembangan dunia usaha di Indonesia, khususnya di Sumenep,” ujarnya dalam siaran pers tertulis, Sabtu (02/05).
Menurutnya, pendataan Sensus Ekonomi 2026 kali ini mencakup seluruh sektor usaha di Kabupaten Sumenep, seperti perdagangan, industri, jasa, pariwisata hingga ekonomi kreatif.
Kompetisi esai internasional. Daftar sebelum 16 Mei 2026.
Daftar SekarangHandoyo menilai, kegiatan tersebut tidak hanya sekedar pendataan semata, melainkan sebagai investasi informasi jangka panjang pembangunan yang lebih terarah dan terencana.
“Tujuan utama Sensus ini menyediakan basis data yang komprehensif. Data ini nantinya akan menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi, perencanaan pembangunan, dan evaluasi yang telah berjalan,” paparnya.
Ia juga menegaskan, hasil data SE 2026 tidak hanya berguna untuk pemerintah dalam merencanakan atau mengevaluasi kebijakan, tetapai juga amat berguna bagi pengusaha dalam mengambi keputusan bisnis.
Lebih utama, Handoyo juga berharap pelaksanaan Sensus tahun ini dapat menangkap potensi dinamika ekonomi Sumenep, khususnya potensi UMKM, pariwisata dan perikanan.
“Adapun manfaatnya sangat luas. Kepada pemerintah dapat digunakan dalam merencanakan kebijakan terutama membuka lapangan usaha, pengusaha juga dapat menjadikan data ini sebagai refrensi pengambilan keputusan. Yang lebih utama, kami harap dapat menangkap potensi lokal, seperti UMKM, pariwisata, dan perikanan,” imuhnya
Oleh sebab itu, lanjutnya, Handoyo berharap kepada semua pihak, khususnya para pelaku usaha dapat berpartisipasi aktif serta memberikan informasi yang akurat dan tepat guna keselarasan pembangunan ekonomi ke depan.
Menurutnya, dengan data yang akurat Sumenep dapat lebih satu langkah dalam memperkuat posisinya sebagai salah satu penggerak ekonomi di Madura.
“Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh pihak. BPS Sumenep mengajak dan memohon dukungan dari semua elemen masyarakat, khususnya para pemilik usaha untuk memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas Sensus,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pelaksanaan SE 2026 dilakukan dengan dua tahap, yakni pendataan mandiri usaha besar dan menengah pada 01-15 Mie 2026, serta pendataan langsung (door to door) untuk rumah tangga dan UMKM pada 16 Juni hingga 31 Agustus 2026. (Aditya/Red)
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .















Komentar