Pendaftar Sekda Sumenep Masih Nihil

Sumenep, Porosbaru.com : Meski banyak nama-nama pejabat yang memenuhi syarat dan muncul untuk maju dalam seleksi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, namun hingga Senin (26/1), belum satupun nama yang mendaftar. Pendaftaran seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekda ini dibuka, sejak Senin (19/1) pekan lalu.

Dengan demikian, sudah satu minggu berjalan, pendaftar masih nihil. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Sumenep, Benny Irawan yang juga ditunjuk sebagai Ketua Panitia Seleksi (Pansel), ketika dikonfirmasi Porosbaru.com

“Sementara untuk saat ini masih belum ada yang mendaftar,” jawabnya singkat saat dihubungi, Senin (26/01).

Meski demikian, Banny menghimbau kepada kepada pejabat yang telah memenuhi syarat agar segera mendaftar dan melengkapi administrasi sebelum tenggat waktu yang ditentukan.

“Kami hanya menghimbau kepada para pejabat yang telah memenuhi syarat agar segera melakukan pendaftaran sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan,” Ujarnya, Kamis (22/01) minggu lalu.

Pantauan Porosbaru, beberapa nama pejabat yang muncul dan memenuhi syarat untuk maju sebagai calon Sekda Sumenep yaitu Arif Firmanto yang kini menjabat Kepala Bappeda, Eri Susanto Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Agus Dwi Syahputra. Nama lain yang juga dinilai cukup syarat yaitu Moh. Iksan Kepala Dinas Pendidikan, Moh. Ramli Kepala Diskon UKM dan Perindag, dan Rahman Riadi Kepala Dinsos P3A Sumenep.

Kondisi ini memunculkan perhatian serius sejak dibukanya pendaftaran. Mengingat posisi Sekda memiliki peran sentral dalam mengoordinasikan jalannya pemerintahan daerah.

Juga pantauan di media sosial hingga pemberitaan, nama-nama yang digadang-gadang sebagai bursa calon Sekda mulai bermunculan serta memunculkan ragam spekulasi.

Dengan sisa waktu pendaftaran yang kian terbatas, publik kini menanti siapa saja figur birokrat yang akan mengambil peran dalam kontestasi jabatan strategis tersebut, sekaligus menanti arah baru kepemimpinan administratif di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Komentar