Sumenep, Porosbaru.com : Forum Mahasiswa Kangayan (Formaka) menggelar aksi unjuk rasa menuntut perbaikan infrastruktur jalan di Pulau Kangayan, Rabu (20/05) pagi.
Aksi di depan Kantor Pemkab setempat itu sebagai tindak lanjut kawalan Formaka yang menilai buruknya infrastruktur jalan di Kangean menghambat mobilitas warga.
Ketua Formaka, Iip Suryanyo, menyebut keterbatasan infrastruktur di Kecamatan Kangayan sejak lama menjadi persoalan serius yang kerap menghantui masyarakat setempat.
Menurutnya, lambannya kinerja pemerintah untuk memperbaiki jalan rusak tersebut tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mempengaruhi akses ekonomi, pendidikan hingga pelayanan kesehatan.
“Padahal, visi Pemerintah Kabupaten Sumenep ‘Sumenep Unggul, Sumenep Mandiri dan Sumenep Sejahtera’ seharusnya diwujudkan secara merata, termasuk di kawan kepulauan seperti Kangayan,” ujar Iip dalam orasinya, Rabu (20/05).
Iip menyinggung peristiwa ibu hamil yang ditandu karena akses jalan yang tidak memadai di Desa Tembayangan merupakan cerminan dari tidak meratanya kebijakan.
Bahkan menurutnya, kondisi jalan yang belum memadai juga turut mempengaruhi tingginya biaya distribusi hasil pertanian dan kelautan.
Iip mencontohkan, wilayah selatan Kangayan memiliki potensi besar di sektor pertanian dan kelautan.
Namun, potensi tersebut belum optimala akibat poros jalan selatan (Batu Putih-Tembayangan-Cangkraman) rusak parah.
“Minimnya infrastruktur jalan penghubung dari wilayah pesisir ke pusat desa maupun titik distribusi membuat hasil pertanian dan laut sering mengalami kendala dalam proses pemasaran,” imbuhnya.
Iip kembali menegaskan poros jalan selatan yang sebelumnya dibantah Kepala PUTR Sumenep merupakan kewenanagan Pemkab Sumenep, bukan jalan desa.
Hal itu disebutnya senada dengan pernyataan Kabid Bina Marga, Slamet Supriyadi, dalam FGD yang berlangsung dalam rangkaian acara pelantikan Formaka.
“Iya, itu memang jalan Kabupaten. Memamg jalan tersebut sempat kami rencanakan dan anggarkan untuk tahun 2026, tetapi karena efesiensi anggaran, maka dialihkan ke jalan utara jalan utara yang rusak parah,” tegas Slamet, Minggu (04/05).
Pantauan lapangan, unjuk rasa sempat memanas ketika Kabid Bina Marga yang menemui demonstran, bukan Bupati Sumenep sesusai permintaan Formaka.
Namun berkat pengawalan aparat kepolisan, masa aksi dapat kembali tertib hingga demonstasi usai di siang hari.
Melalui aksi tersebut, Formaka menyampaikan empat tuntutan kepada Pemkab Sumenep, diantaranya: pertama, segera perbaikan jalan di Kecamatan Kangayan, khsusunya poros jalan selatan.
Kedua, meminta keterbukaan rencana kerja, penganggaran, dan jadwal pelaksanaan pembanungan infrastruktur jalan di Kangayan.
Ketiga, menuntut pemerataan pembangunan antara daratan dan kepulauan. Keempat, meminta pemerintah melibatkan Formaka dalam Musregbang Daerah
“Pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Kangayan, terutama ruas jalan Batu Putih, Tembayangan, Cangkraman merupakan kebutuhan mendesak masyarakat yang harus menjadi prioritas utama Pemkab Sumenep,” pungkas Formaka dalam pernyataan sikap usai unjuk rasa. (Aditya/Red).
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .













Komentar