Sumenep, Porosbaru.com : Realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep tercatat mengalami defisit sebesar Rp34,9 miliar di penghujung bulan April, Rabu (29/04).
Berdasarkan data SIKD, realisasi pendapatan Kota Keris baru mencapai Rp445,44 miliar dari target awal. Sementara, realisasi belanja daerah telah menyentuh Rp489,34 miliar atau sekitar 18 persen.
Selisih antara pendapatan dan belanja tersebut menunjukan adanya crass flow atau defisit sementara dalam akumulasi anggaran Triwulan II awal tahun.
Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKAD) Kabupat Suemenep melalui Kabid Anggaran, Ferdiansyah, mengklaim data tersebut tidak sepenuhnya final karena belum terupdate.
“Kadang data SIKD belum dilakukan update karena ada data yang masih berjalan dan perlu menunggu konfirmasi dari OPD pengampuh, ujar Ferdiasnyah saat dihubungi, Rabu (29/04) pagi.
Ia menyebut sejumlah komponen pendapatan dan belanja masih dalam tahap validasi, termasuk data yang bersumber dari Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) dan Badan Layanan Umum Daerah (BULD).
Ferdiansyah juga menuturkan, pos Pembiayaan secara administratif seharusnya telah terealisasi, tetapi dalam data tersebut tercata masih kosong.
“Sepertinya data ini masih belum update, saya lihat realisasi di pembiayaan masih 0. Seharus sudah ada isinya. Saya coba koordinasi dulu ke Kabid Akuntansi, Karen beliau yg menangani ini,” tuturnya.
Namun demikian, hingga tiga jam menunggu konfirmasi lanjutan dari Kabid Anggaran, Ferdiansyah, porosbaru belum menerima keterangan resmi dari pihak Kabid Akuntansi.
Porosbaru akan mencoba menghubungi kembali pihak terkait guna keakuratan data dan menjaga keberimbagan.
Sementara itu sebagai perbandingan, komposisi APBD Kabupaten Sumenep pada tahun 2025 di bulan yang sama (yoy) mencatat kondisi surplus.
Di tahun itu, realisasi pendapatan tercatat Rp845,58 miliar atau sekitar 34 persen dari pagu awal. Sementara, belanja daerah masih terkendali di angka Rp716,69 miliar.
Penurunan paling mencolok diduki oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang turun hingga menyentuh 20 persen atau sekitar Rp62,84 miliar dibandingkan tahun 2025 secara tahunan (yoy). (Aditya/Red)
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .















Komentar