Bupati Fauzi Jamin Pelayanan Publik di Tengah Efisiensi

SUMENEP, Porosbaru.com : Kebijakan efisien dalam rangka stabilisasi ekonomi yang dilakukan Pemerintah dipastikan berdampak terhadap ruang fiscal daerah. Kekutan keuangan daerah berkurang seiring pemangkasan dibeberapa pos anggaran yang dialokasikan di APBD.
Namun, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menjamin kebijakan efisien anggaran tidak akan menurunkan kualitas pelayanan publik bagi warganya. Bahkan, orang nomor satu di Kabupaten Sumenep ini telah menyiapkan beberapa langkah supaya kinerja Pemerintahan dan pelayanan public tetap berjalan maksimal di tengah efisiensi.
”Bagaimanapun, pelayanan publik tetap yang utama. Karena, kita bertekad untuk mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, sesuai tagline Bismillah Melayani,” ujar Fauzi, Jum’at 24 April 2026 ini.
Ia mengatakan, efisiensi harus dimaknai sebagai upaya penataan belanja agar lebih tepat sasaran, bukan justru mengurangi kinerja dan tanggung jawab pemerintah daerah terhadap kebutuhan publik. Pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, hingga infrastruktur harus tetap berjalan optimal meskipun pemerintah menerapkan pengendalian anggaran.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo didampingi Kabag Prokopim Pemkab, Helmi ketika mengecek layanan UHC. (Foto : Porosbaru.com)

Baginya, profesionalisme aparatur menjadi kunci agar efisiensi justru melahirkan inovasi dan peningkatan produktivitas, bukan sebaliknya. Pihaknya meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih kreatif dan progresif dalam memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Optimalisasi sumber-sumber pendapatan, penguatan tata kelola, serta peningkatan pengawasan dinilai penting agar keuangan daerah semakin sehat dan mampu menopang pembangunan tanpa mengorbankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Harus lebih berinovasi lagi. Yang pasti, bagaimana harapan rakyat bisa terjawab. Dan visi misi Pemkab Sumenep bisa benar-benar tersampaikan,” kata Suami Nia Kurnia Fauzi ini.
Lebih lanjut, Bupati Fauzi juga menyinggung soal penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, PAD menjadi keniscayaan agar pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.
“Kita harus bisa menggali potensi diri agar PAD lebih meningkat, supaya pembangunan tetap jalan,” tambahnya.(Rd)

Komentar